Announcement

Collapse
No announcement yet.

Pria Hanya Berani Komunikasi Online? Ini Alasan Sebenarnya

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Pria Hanya Berani Komunikasi Online? Ini Alasan Sebenarnya



    Pria merupakan makhluk yang unik. Tidak hanya wanita, Anda juga memerlukan strategi untuk memahami seorang pria.

    Banyak kasus nyata di mana pria bersikap sangat terbuka hanya saat berkomunikasi secara online. Bagaimana di dunia nyata?

    Faktanya, banyak orang yang sudah menjalin hubungan, bahkan menikah yang menginginkan hubungan cadangan melalui online, seperti dilansir dari yourtango.com, Minggu (25/2/2018). Beberapa pria khususnya, menginginkan perhatian dari wanita lain, namun tidak ingin terlibat lebih dalam.

    Berbeda dengan pria yang tertarik dengan seorang wanita, ingin bertemu secara langsung, namun tidak tertarik dengan percakapan panjang lebar melalui online. Salah satu masalah paling umum dari komunikasi online adalah umpan balik yang diberikan dapat memberikan kesan bahwa Anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang, walaupun sebenarnya belum pernah bertemu langsung.

    Teks sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian, karena memicu dopamin, neurotransmitter yang terasa baik. Dopamin ini menyebabkan perilaku mencari kesenangan, seperti ngidam, ingin tahu, hingga kecanduan.

    Dopamin ini jugalah yang merupakan salah satu bahan kimia dari perasaan jatuh cinta. Sayangnya, sensasi pesan teks melalui online dari seorang pria tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.
    Mengapa ada pria yang hanya berani berkomunikasi secara online?

    Menulis pesan teks secara online hanya butuh satu menit dan ya, tentu proses ini memudahkan Anda untuk tetap terhubung dengan seseorang yang bahkan mungkin belum pernah ditemui sebelumnya. Pada dasarnya, hal ini adalah penguatan intermiten, teknik pelatihan yang efektif.

    Awalnya, seseorang akan secara konsisten memberi penghargaan kepada Anda untuk bereaksi terhadap stimulus. Begitu Anda telah terbiasa untuk merespon, imbalannya menjadi kurang bisa diprediksi dan lama kelamaan, seseorang ini akan mendapatkan reaksi tanpa perlu memberi hadiah.

    Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika sekarang sedang menghadapi pria seperti ini. Anda bisa membuat batasan seputar bertukar pesan online, mematikan aplikasi pesan online, memberikan nomor telepon hanya ketika sudah bertemu, dan jangan langsung membalas pesannya, kecuali jika ada hal yang mendesak.

    Meskipun berkirim pesan dengan seorang pria secara online memang terasa menyenangkan, namun berhati- hatilah jika hal ini ternyata hanya membuang-buang waktu. Apakah Anda sedang menghadapi pria seperti ini?

Working...
X